Langsung ke konten utama

Keanekaragaman Struktur Kimia Steroid


Keanekaragaman Struktur Kimia Steroid



Steroid diteliti pertama kali pada tahun 1849 oleh seorang peneliti bernama Berthold. Awal mulanya steroid digunakan dalam bidang olahraga sebagai obat kuat  (untuk kekuatan tubuh/fisik).  Steroid merupakan salah satu senyawa bahan alam yang berupa lemak sterol tak terhidrolisis yang diperoleh dari hasil reaksi turunan terpenoida yaitu jenis triterpenoida yang dimodifikasi  dengan struktur dasar 17 atom karbon yang membentuk tiga cincin sikloheksena dan satu cincin siklopentana. 





Steroid terdapat dialam dengan jumlah terbatas dan memiliki aktivitas biologis untuk mahluk hidup. steroid terdapat pada hewan, tanaman tingkat tinggi bahkan tanaman tingkat rendah seperti jamur. Steroid memiliki karakteristik sebagai berikut

1.     Sifat khas steroid alam ialah Substitusi oksigen pada atom karbon ke 3

2.    Steroid juga dapat mensubstitusi gugus metil sudut pada atom karbon 10 dan karbon 13  yang dikenal dengan atom karbon 18 dan 19, kecuali pada steroid dengan cincin A berbentuk benzenoid (misal  estrogen).


Turunan Steroid


Kolesterol


Dilihat dari strukturnya, kolesterol mengandung ikatan rangkap pada cincin B tepatnya diantara atom karbon no 5 dan 6. Selain itu gugus R pada steroid diganti dengan alkane berupa Heksana.


Ergosterol


Dilihat dari strukturnya, Ergosterol mengandung 2 ikatan rangkap pada cincin B tepatnya diantara atom karbon no 5 dan 6 serta atom karbon no 7 dan 8. Selain itu gugus R pada steroid diganti dengan alkena berupa Heksena.


Progesterone


Dilihat dari strukturnya, Progesterone mengandung 1 ikatan rangkap pada cincin A tepatnya diantara atom karbon no 4 dan 5, sedangkan pada atom karbon no 3 terdapat gugus keton. Selain itu gugus R pada steroid diganti dengan gugus keton berupa propanon.


Estrogen


Dilihat dari strukturnya, Estrogen mengandung Gugus Hidroksil pada cincin A tepatnya atom karbon no 3, gugus R pada cincin D juga atom karbon pada no 16. Selain itu estrogen juga mengandung 1 cincin aromatic di cincin A.



Permasalahan :
1. Jika dilihat dari struktur umum steroid,  selain gugus R adakah bagian lain yang berpotensi menghasilkan derivat (turunan)  sehingga produknya nanti memiliki khasiat yang luar biasa? 
2. Jika kita tinjau dari gugus fungsi yang ada pada steroid,  gugus yang mana yang menyebabkan steroid ini lebih mudah larut dalam etilen glikol dibandingkan dimetil eter? 
3. Dari struktur steroid diatas,  coba anda jelaskan mengapa ikatan rangkap pada umumnya hanya terdapat pada cincin A dan B? Bagaimana dengan cincin C dan D?  Apakah tidak bisa?  Apa yang menyebabkan ini terjadi? 

Komentar

  1. muhammad yamin (047) no 1. menurut saya ada, bagian yang mampu mempengaruhi terbentunya turunan steroid selain gugus R, misalnya ikatan rangkap yang terdapat dalam cincin dan gugus karbonil yang menempel di ikatan atom C

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. No.2 menurut saya karena sifat nya non polar, lalu karena gugus yang di miliki steroid hanya memiliki gugus R yang kemungkinan di ganti oleh alkana dan alkuna sehingga sulit bereaksi dalam eter

    BalasHapus
  4. 3.Menurut saya karena cincin C dan cincin D itu lebih berpotensi mengikat gugus R untuk gugus fungsi lain.. Bukan pada ikatan rangkapnya.

    BalasHapus
  5. Numpang promo ya Admin^^
    ingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat
    ayo segera bergabung dengan kami di ionpk.club ^_$
    add Whatshapp : +85515373217 || ditunggu ya^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biosintesis Metabolit Primer Dan Sekunder

Biosintesis Metabolit Primer Dan Sekunder Suatu mahluk hidup pasti mengalami proses yang dinamakan metabolisme. Proses pembentukan metabolit (produk metabolisme) dari molekul sederhana menjadi molekul yang lebih kompleks dinamakan Biosintesis. Metabolisme ini dibagi menjadi dua yakni metabolisme primer dan metabolisme sekunder.   Metabolisme primer ialah suatu proses yang esensial bagi kehidupan tumbuhan seperti Respirasi dan Fotosintesis. Sedangakan metabolisme sekunder ialah suatu proses yang tidak esensial bagi tumbuhan. Biosintesis metabolit primer : 1.       Biosintesis karbohidrat 2.       Biosintesis lipid 3.       Biosintesis asam amino dan protein Biosintesis metabolit sekunder : 1.       Jalur asam asetat 2.       Jalur asam sikimat 3.       Jalur asam mevalonat Metabolit sekunder yang terdapat pada bahan alam merupakan hasil metabolit primer yang mengalami reaksi yang spesifik sehingga menghasilkan senyawa senyawa tertentu. Metabolit sekunder iala

Keragaman Dan Keunikan Struktur Kimia Flavonoid

Keragaman Dan Keunikan Struktur Kimia Flavonoid            Pada kali ini pokok bahasan kita adalah Flavonoid. Flavonoid adalah senyawa Fenol yang terdiri dari C6-C3-C6 yang umunya ditemukan pada tumbuhan dalam bentuk Glikosida. Flavonoid termasuk metabolit sekunder yang disintesis dari asam piruvat melalui metabolisme asam amino. Karena Flavonoid merupakan golongan Fenol terbesar maka jika direaksikan dengan basa ataupun ammonia akan mengalami perubahan warna.            Struktur kimia Flavonoid didasarkan pada kerangka C15 terdiri atas 2 cincin benzene yang dihubungkan dengan rantai 3 karbon. Flavonoid merupakan senyawa yang bersifat polar karena tidak memiliki gugus hidroksil yang tersubstitusi oleh karena itu pelarut yang digunakan untuk mengekstraksi Flavonoid juga merupakan senyawa polar seperti methanol, etanol, aseton dan air. Terdapat sekitar 10 jenis Flavonoid yaitu : 1.       Antosianin Merupakan anggota polifenol yang dapat melakukan mekanisme penang

Keragaman Dan Keunikan Struktur Kimia Alkaloid

Keragaman Dan Keunikan Struktur Kimia Alkaloid Alkaloid Pada kali ini pokok bahasan kita adalah Alkaloid. Alkaloid ialah senyawa tanpa warna dan biasanya bersifat optic aktif yang didalamnya mengandung paling sedikit satu atom nitrogen yang membentuk cincin heterosiklik. pada umunya alkaloid ini berbentuk Kristal, tetapi adapula yang berupa cairan (seperti nikotin) pada suhu kamar. Sebagian besar alkaloid mempunyai rasa pahit. Kebasaan alkaloid menyebabkan senyawa ini mudah terdekomposisi terutama oleh panas, sinar dan Oksigen membentuk N-Oksida. Sebagian besar alkaloid tidak larut atau sedikit larut dalam air, tetapi bereaksi dengan asam membentuk garam yang larut dalam air. Berdasakan jenis cincin heterosiklik nitrogen yang terikat, Alkaloid dibedakan menjadi : 1.       Pirolidin 2.       Piperidin 3.       Isoquinolin 4.       Quinolin 5.       Indol Alkaloid pada umunya berbentuk Kristal yang tidak berwarna, ada jufa yang berbentuk cair